Sederhana
namun sangat berarti. Hidup itu akan terasa indah jika kita memiliki
orang-orang yang menyayangi kita setulus hati. Terlebih lagi jika saling menyayangi
karena ALLAH. Aku fatina, bersyukur karena berada di antara mereka. Yah, mereka
adalah Inaq Bapak, kakak-kakak perempuanku, adik laki-lakiku satu2nya,
keponakan2 serta sahabat2 yang selalu mendukung setiap langkahku. Aku
menyayangi kalian semua.
Ketika
semangat mulai pudar dan perlahan-lahan berubah menjadi kemalasan yang
menjadi-jadi. Maka satu hal kuncinya, ingat orang-orang yang kamu sayangi. Jangan
biarkan mereka kecewa atas keputusan salah yang kamu ambil. Buat mereka bangga karena
kamu pantas buat bahagia dan berhasil.
Jangan
biarkan masa lalu membebani setiap langkah-langkah yang kita ambil. Siap-siap
move on kawand dari masa lalu. Tengoklah barang satu dua kali sebagai
pembelajaran buat kita melangkah dan tidak mengulangi kesalahn yang sama.
Mengenai
move on, saya tidak akan pernah move on dari persahabatan dua cewek kalem hehe
padahal dalam kenyataannya kalau sudah bertemu, berubah 180 derajat dari
kekalemannya tetapi hanya ketika berdua saja yah...
Selalu
merasa bahagia dan merindukan setiap peristiwa2 yang kami alami bersama. Berawal
sejak menjalani ujian masuk poltekkes. Hidup mandiri terpisah dengan orang tua.
Menghabiskan waktu di asrama putri poltekkes, pernah merasakan takut ketika
asrama kemasukan maling dan pada saat itu aku lagi stand by dikamar mandi, eh
malah malingnya sembunyi dikamar mandi. Oh noooo. Itu pengalaman terburukku.
Yah
lupakan insiden itu. Hari demi hari, kami jalani bersama dengan teman-teman
yang lain. Dan mengherankannya, aku selalu sekelompok dengannya dari mulai
praktek dipuskesmas, praktek di Rumah sakit Sanglah Denpasar, PPL di lombok
timur. Hmmm Allah ternyata menjodhokanku dengannya. Jodoh sebagai sahabat bukan
sebagai pasangan hidup lho * ngeriii kalau itu mah.
Tepat
ditahun 2011. Sesuatu hal yang tidak aku harapkan, telah memporak porandakan kehidupanku.
Masalah datang secara bergilir. Berbagai penyakit mendekati. Aku tak berdaya
dan semangatku telah hilang.
Ketika
itu aku tak banyak berbicara dengan orang lain. Sengaja menghindar dari
keramaian dan Aku ingin sendiriiiiii. pedih. Aku sendirian, satu persatu orang mulai
menjauh dari kehidupanku. Sebenarnya bukan mereka yang menjauh, akulah yang menjauh. Aku malu, malu dengan
keadaanku pada saat itu. Maafkan aku kawand dan semuanya.
Sakit
dikepalaku kambuh, sangat menyakitkan. Ibaratnya pada saat itu “DUNIAKU
BERPUTAR”. Seperti itulah jika si vertigo itu menghampiri...
Namun,
aku memiliki dia. Dia Suyanti, akrab dipanggil suya, aku sih manggilnya Uya. Sssttt
bukan uya kuya ya bapaknya Cinta. Hehe. Dia yang selalu ada ketika aku sudah
tak mempercayai siapapun. Dia layaknya
saudari, yang begitu sabar menghadapi sifat kekanak-kanakanku. Aku tak tahu apa
yang membuatku terbuka dengannya, tapi satu hal yang pasti dia menyayangiku.
Teringat
bagaimana kami jomblo bersama. Saling menyemangati agar selalu sabar untuk menunggu
datangnya jodoh. menyarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil
keputusan. Itulah kami yang bersatu untuk saling berbagi suka duka, saling
menyemangati satu sama lain, dan saling mendoakan untuk kebaikan kami berdua,
pastinya.
Kini
dia telah menemukan pasangan hidupnya, dan doaku semoga menjadi keluarga yang
sakinah, mawaddah wa Rahmah. Maaf jika tidak hadir di acara pernikahanmu. Namun,
doa terus mengalir untukmu saudariku. Dia sahabat sekaligus saudariku. Banyak hal
yang telah kita lalui, membagi kesedihan dan kebahagiaan. Aku masih ingat
ketika kami berdua menangis walau tak saling pandang, hanya melalui telpon,
kalimat yang akan selalu aku ingat “ KITA MENYAYANGI KARENA ALLAH, KITA BERSAMA
KARENA ALLAH, DIPISAHKAN JUGA KARENA ALLAH”.
Dan
suatu ketika.....
"meton,
gimana udah positif belum?” tulisku dikolom komentar fb.
“
Alhamdulillah, HPHT bulan juli” tulisnya dengan indah.
Air
mata menetes seketika dari mata ini. Bukan sedih tapi bahagia. Bahagia karena
dia akan merasakan menjadi seorang ibu.
Kapan
giliranmu,?. Suara lembut membisikkanku yang entah darimana asalnya. Hanya waktu
yang tepat sampai jodoh itu bertamu dan mengetuk pintu hatiku sambil berkata :
Maukah kamu menjadi ibu dari anak-anak kita. INSYA ALLAH.
Eh
ada satu lagi nih, maaf kalau cerewet, hehe. Maafin aku ya jika banyak salah. Jaga
kesehatan dan jangan ngambek-ngambek kalau gak dihubungi. Aku kangen kok dan
kita akan terus saling menyayangi.
Banyak kenangan diantara kita, kita simpan untuk kita sendiri. kasih sayang akan menyejukkan bagi orang yang merasakan dengan setulusnya hati seperti beningnya embun dipagi hari
.



2 komentar:
.......yg jilbab putih kapan yaw..!! hehe...smg d percepat dan d permudah oleh ALLAH,SWT..aamiin
Aamiin... Semoga kita di ridhoi oleh-Nya.
Posting Komentar