Kamis, 03 September 2015

SEPENGGAL EPISODE ( KASIH SEBENING EMBUN)


Sederhana namun sangat berarti. Hidup itu akan terasa indah jika kita memiliki orang-orang yang menyayangi kita setulus hati. Terlebih lagi jika saling menyayangi karena ALLAH. Aku fatina, bersyukur karena berada di antara mereka. Yah, mereka adalah Inaq Bapak, kakak-kakak perempuanku, adik laki-lakiku satu2nya, keponakan2 serta sahabat2 yang selalu mendukung setiap langkahku. Aku menyayangi kalian semua.
Ketika semangat mulai pudar dan perlahan-lahan berubah menjadi kemalasan yang menjadi-jadi. Maka satu hal kuncinya, ingat orang-orang yang kamu sayangi. Jangan biarkan mereka kecewa atas keputusan salah yang kamu ambil. Buat mereka bangga karena kamu pantas buat bahagia dan berhasil.
Jangan biarkan masa lalu membebani setiap langkah-langkah yang kita ambil. Siap-siap move on kawand dari masa lalu. Tengoklah barang satu dua kali sebagai pembelajaran buat kita melangkah dan tidak mengulangi kesalahn yang sama.
Mengenai move on, saya tidak akan pernah move on dari persahabatan dua cewek kalem hehe padahal dalam kenyataannya kalau sudah bertemu, berubah 180 derajat dari kekalemannya tetapi hanya ketika berdua saja yah...
Selalu merasa bahagia dan merindukan setiap peristiwa2 yang kami alami bersama. Berawal sejak menjalani ujian masuk poltekkes. Hidup mandiri terpisah dengan orang tua. Menghabiskan waktu di asrama putri poltekkes, pernah merasakan takut ketika asrama kemasukan maling dan pada saat itu aku lagi stand by dikamar mandi, eh malah malingnya sembunyi dikamar mandi. Oh noooo. Itu pengalaman terburukku.  
Yah lupakan insiden itu. Hari demi hari, kami jalani bersama dengan teman-teman yang lain. Dan mengherankannya, aku selalu sekelompok dengannya dari mulai praktek dipuskesmas, praktek di Rumah sakit Sanglah Denpasar, PPL di lombok timur. Hmmm Allah ternyata menjodhokanku dengannya. Jodoh sebagai sahabat bukan sebagai pasangan hidup lho * ngeriii kalau itu mah.
Tepat ditahun 2011. Sesuatu hal yang tidak aku harapkan, telah memporak porandakan kehidupanku. Masalah datang secara bergilir. Berbagai penyakit mendekati. Aku tak berdaya dan semangatku telah hilang.
Ketika itu aku tak banyak berbicara dengan orang lain. Sengaja menghindar dari keramaian dan Aku ingin sendiriiiiii. pedih.  Aku sendirian, satu persatu orang mulai menjauh dari kehidupanku. Sebenarnya bukan mereka yang menjauh,  akulah yang menjauh. Aku malu, malu dengan keadaanku pada saat itu. Maafkan aku kawand dan semuanya.
Sakit dikepalaku kambuh, sangat menyakitkan. Ibaratnya pada saat itu “DUNIAKU BERPUTAR”. Seperti itulah jika si vertigo itu menghampiri...
Namun, aku memiliki dia. Dia Suyanti, akrab dipanggil suya, aku sih manggilnya Uya. Sssttt bukan uya kuya ya bapaknya Cinta. Hehe. Dia yang selalu ada ketika aku sudah tak mempercayai siapapun. Dia  layaknya saudari, yang begitu sabar menghadapi sifat kekanak-kanakanku. Aku tak tahu apa yang membuatku terbuka dengannya, tapi satu hal yang pasti dia menyayangiku.
Teringat bagaimana kami jomblo bersama. Saling menyemangati agar selalu sabar untuk menunggu datangnya jodoh. menyarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Itulah kami yang bersatu untuk saling berbagi suka duka, saling menyemangati satu sama lain, dan saling mendoakan untuk kebaikan kami berdua, pastinya.
Kini dia telah menemukan pasangan hidupnya, dan doaku semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa Rahmah. Maaf jika tidak hadir di acara pernikahanmu. Namun, doa terus mengalir untukmu saudariku. Dia sahabat sekaligus saudariku. Banyak hal yang telah kita lalui, membagi kesedihan dan kebahagiaan. Aku masih ingat ketika kami berdua menangis walau tak saling pandang, hanya melalui telpon, kalimat yang akan selalu aku ingat “ KITA MENYAYANGI KARENA ALLAH, KITA BERSAMA KARENA ALLAH, DIPISAHKAN JUGA KARENA ALLAH”.
Dan suatu ketika.....
"meton, gimana udah positif belum?” tulisku dikolom komentar fb.
“ Alhamdulillah, HPHT bulan juli” tulisnya dengan indah.
Air mata menetes seketika dari mata ini. Bukan sedih tapi bahagia. Bahagia karena dia akan merasakan menjadi seorang ibu.
Kapan giliranmu,?. Suara lembut membisikkanku yang entah darimana asalnya. Hanya waktu yang tepat sampai jodoh itu bertamu dan mengetuk pintu hatiku sambil berkata : Maukah kamu menjadi ibu dari anak-anak kita. INSYA ALLAH.

Eh ada satu lagi nih, maaf kalau cerewet, hehe. Maafin aku ya jika banyak salah. Jaga kesehatan dan jangan ngambek-ngambek kalau gak dihubungi. Aku kangen kok dan kita akan terus saling menyayangi.

Banyak kenangan diantara kita, kita simpan untuk kita sendiri. kasih sayang akan menyejukkan bagi orang yang merasakan dengan setulusnya hati seperti beningnya embun dipagi hari
.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

.......yg jilbab putih kapan yaw..!! hehe...smg d percepat dan d permudah oleh ALLAH,SWT..aamiin

Unknown mengatakan...

Aamiin... Semoga kita di ridhoi oleh-Nya.

Posting Komentar